P-ISSN : 2964-1527
E-ISSN : 2964-1306

TJANTRIK: JURNAL SEJARAH DAN PENDIDIKAN SEJARAH

Implementasi Ajaran Ahimsa Mahatma Gandhi di Bidang Politik dalam Perjuangan Kemerdekaan India

Cucu Evitiyani, Subaryana, Mardikun

Abstract

The purpose of writing this thesis is 1) to discuss the struggle of the Indian people in fighting for their independence before knowing ahimsa, 2) to discuss the concept of ahimsa teachings, 3) to describe Mahatma Gandhi's struggle for independence in India based on the teachings of ahimsa. The research method uses the study of literature, meaning that the author requires a process of testing and analyzing a written material obtained, so as to produce a form of historical writing. The steps taken are topic selection, source collection (heuristics), verification, interpretation, and writing. The initial British arrival to India only wanted to conduct trade relations, but the British wanted to control India after seeing the abundant availability of raw materials. After the British succeeded in controlling India, many regulations were implemented, one of which was about higher taxes. The Indian people rebelled, and then founded an association called the Indian National Congress. Movements carried out by congress did not produce results. The failure of the congress prompted Mahatma Gandhi to apply ahimsa as the basis of his struggle in India. Ahimsa began to be applied in India in 1915 which was marked by the establishment of an ashram. Gandhi began to carry out mass movements such as fasting, strikes, and so on. In this way, the British finally granted India's request for independence. On August 15, 1947, the people of India won full independence.

Keywords : Mahatma Gandhi, Ahimsa, Indian Independence Struggle

Abstrak

Tujuan penulisan skripsi ini adalah 1) Membahas tentang perjuangan rakyat India dalam memperjuangkan kemerdekaannya sebelum mengenal ahimsa, 2) Membahas tentang konsep ajaran ahimsa, 3) Memaparkan tentang perjuangan Mahatma Gandhi dalam meraih kemerdekaan India berlandaskan ajaran ahimsa.  Metode penelitian menggunakan studi literatur artinya penulis memperlukan proses menguji dan menganalisis suatu bahan penulisan yang diperoleh, sehingga menghasilkan bentuk penulisan sejarah. Langkah-langkah yang diambil yaitu, pemilihan topik, pengumpulan sumber (heuristik), verifikasi, interpretasi, dan penulisan. Awal kedatangan Inggris ke India hanya ingin melakukan hubungan dagang saja, namun Inggris ingin menguasai India setelah melihat ketersediaan bahan mentah yang melimpah. Setelah Inggris berhasil menguasai India banyak peraturan yang diterapkan, salah satunya tentang pajak yang semakin tinggi. Rakyat India membrontak, dan kemudian mendirikan sebuah perkumpulan yang dinamai Kongres Nasional India. Gerakan yang dilakukan oleh kongres tidak membuahkan hasil. Kegagalan kongres mendorong Mahatma Gandhi untuk menerapkan ahimsa sebagai dasar perjuangannya di India. Ahimsa mulai diterapkan di India pada tahun 1915 yang ditandai dengan pendirian ashram. Gandhi mulai melakukaan gerakan massal seperti berpuasa, pemogokan kerja, dan lain sebagainya. Dengan cara seperti itulah, akhirnya Inggris mengabulkan permintaan orang India untuk merdeka. Pada tanggal 15 Agustus 1947 masyarakat India berhasil meraih kemerdekaan secara penuh.

Keywords : Mahatma Gandhi, Ahimsa, Perjuangan Kemerdekaan India
Full Text
PDF
References

Ajid, Tohir. 2006. Islam di Asia Selatan: Melacak Perkembangan Sosial, Politik Islam di India, Pakistan dan Banglades. Bandung: Humaniora.

Alappatt, Francis. 2005. Mahatma Gandhi: Prinsip Hidup, Pemikiran Politik dan Konsep Ekonomi. Terj. S. Farida. Bandung: Nusameda.

Gandhi, Mahatma. 1981. Kehidupan Ashram dari Hari ke Hari. Terj. Gedong Bagus Oka.  Denpasar: Yayasan Bali Canti Sena.

  • . 2009.  Mahatma Gandhi:  Sebuah Autobiografi, Kisah tentang Eksperimen-ekperimen Saya terhadap Kebenaran. Terj. Andi Tenri W. Yogyakarta: Narasi.

Mehta, Ved. 2002. Ajaran-ajaran Mahatma Gandhi: Kesaksian dari Para Pengikut dan Musuh-musuhnya. Terj. Siti Farida. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Merton, Thomas. 1992.  Gandhi Tentang Pantang Kekerasan. Terj. A. M. Fatwan dan Hasan Basri. Jakarta: Yayasan Obor.

O. D. P. Sihombing. 1953. India: Sejarah dan Kebudayaannya. Bandung: N. V. Penerbitan W. Van Hoeve.

Pleysier. 1950. Mahatma Gandhi: Pelopor Kemerdekaan India. Terj. A. Z Ali. Jakarta: Djembatan.

Prana, Wied. 2012. Gandhi Manusia Bijak dari Timur. Terj. Rose Kusumaningratri. Yogyakarta: Garasi.

T. S. G Mulia. 1959. India: Sejarah Politik dan Pergerakan Kebangsaan. Jakarta: Balai Pustaka.,

Toni, Santosa. 1998. Ahimsa dalam Pandangan Mahatma Gandhi. Driarkara. No. 1/ thn. XV.

Wolpert, Stanley. 2002. Mahatma Gandhi: Sang Penakluk Kekerasan, Hidupnya dan Ajarannya. Terj. Sugeng Hariyanto. Jakarta: Raja Grafindo Persada.